5 Alasan Abel Semangat Sekolah!



1. Mencuri-curi pandang ke arah Jake di ujung kantin

Di kelas, aku duduk jauh di depannya, jadi aku tidak pernah bisa curi-curi pandang ke belakang karena akan ketahuan. Kantin yang selalu ramai dan berisik, jadi terasa senyap ketika aku tidak sengaja bertatapan dengan Jake yang nongkrong bersama teman-temannya di gerobak Bang Adam. Kalau biasanya aku langsung menghampirinya atau dia yang menghampiriku setelah tatapan seperti itu, sekarang kami seperti dua orang asing yang mengenal satu sama lain. Dia tidak pernah mengalihkan pandangannya lebih dulu. Selalu aku yang salah tingkah dan berujung menabrak orang. Yah meskipun sudah jadi mantan, dia tetap jadi alasan nomor satu kenapa aku semangat sekolah. 

2. Belajar Ekonomi

Belajar ekonomi itu menyenangkan, karena aku suka matematika dan uang. Aku jadi mikir-mikir lagi untuk punya gaji besar karena pajaknya juga besar. Bu Indri menjelaskan materinya dengan sangat baik. Bahkan aku lebih mengerti ekonomi dibanding matematika. Kadang di akhir pelajaran, Bu Indri akan membuat kuis berhadiah uang sepuluh ribu. Tentu saja aku jadi langganan sampai diprotes teman-teman. 

3. Bekal dari Ibu

Ibu sudah membiasakanku bawa bekal sejak SD. Dulu aku selalu protes dan menolak karena tas jadi berat, selain itu aku jadi kenyang duluan sehingga tidak pernah jajan. Tapi sekarang, dengan senang hati aku membantu ibu masak pagi-pagi supaya bisa aku bawa ke sekolah. Semakin dewasa aku semakin sadar pentingnya menyimpan uang. Dengan membawa bekal setiap hari, aku bisa menyimpan uang jajan untuk keperluan lain.

4. Menyapa Betty si kucing

Betty, diambil dari betina, adalah kucing berbulu lebat di sekolah. Warnanya putih tidak bersih karena tidak terawat. Suaranya sangat lembut, tatapan polosnya membuatku jatuh cinta, dia selalu menyahut kalau seseorang menyapanya. Begitu sampai depan kelas, aku akan melihat Betty yang tidur-tiduran di kursi panjang, kemudian memberinya nugget yang aku ambil dari bekal. Betty sebenarnya kucing yang bersih untuk ukuran kucing liar. Sangat disayangkan karena ibu alergi bulu kucing. Coba saja aku bisa membawanya pulang, aku akan merawatnya sepenuh hati!

5. Memerhatikan Jake presentasi depan kelas 

Sejak dulu, aku paling suka memerhatikan Jake kalau sedang presentasi. Bahkan aku lebih fokus memerhatikannya daripada memerhatikan guru. Karena hanya di momen ini aku bisa menatapnya sesuka hati. Dan salah satu daya tarik Jake yang paling memikatku adalah rambutnya. Dia suka sekali mengusap rambutnya ketika presentasi. Sewaktu pacaran, aku sering  mengusap-usap rambutnya yang tebal dan wangi itu. Dia rajin keramas, jadi, wanginya suka ketinggalan dimana-mana. Bahkan rambut Jake lebih terawat dibanding rambutku. Namun sekarang, rasanya seperti kembali ke waktu dimana aku hanya bisa mengaguminya dari jauh. Aku akan kecewa sekali kalau dia potong rambut, tapi kalau itu pilihannya, aku akan turut senang sambil menangis sedikit. (Lagipula dia tetap ganteng walau botak sekalipun).